Kampungku Masihkah Religius
LAMASI PANTAI - JEJAK MANTAN POLISI - Teringat 20tahun silam saat saya masih sekolah di Madrasah Ibtidayah Swasta Lamasi Pantai. Di sekolah itulah sy Pantai mengecap pendidikan dasar agama islam. Saya diajarkan praktik shalat, Setiap Dhuhur gntian menjadi Muadzin di Mushallah dan saat Ramdhan tiba kami dibagikan Buku amaliah Ramdhan.
Apa yang diajarkan di sekolah itu juga sama yang didaptkan teman- teman saya dan juga hampir semua penduduk lamasi pantai mengecap pendidikan Agama di sekolah Madrasah swasta yang sudah berumur kurang lebih 90 tahun itu.
Modal Pndidikan dasar agama yang kami dapatkan di sekolah sudah tentu dapat kami praktekkan di kehidupan sehari-hari begitu juga pada saat bulan suci Ramadhan
Meski mesjid kami pada waktu itu belum memadai karena selain sempit juga msih dalam tahap pembangunan, namun kondisi tersebut bukan menjdi penghalang warga untuk melaksanakan kewjiban sebgai muslimah.
Para orang tua, anak kecil,anak sekolah, tua muda semuanya antusias gembira menyambut bulan suci ramadhan. Mesjid menjadi ramai padat dan berhimpitan sesama jemaah. Tidak ada syaf yang kosong,
Bulan suci Ramadhan pada waktu itu menjadi kegembiraan saya kegembiraan warga lamasi pantai, Anak sekolah sibuk mengisi dgn buku amaliah Ramadan dikala usai mendengr ceramah sibuk menanyakan ke Dai judul cermahnya, remaja mesjid dari kalangan mahasiswa sangat aktif mengatur agenda-agenda bulan suci ramdhan. Penceramah tiap malam hadir, bgitu juga pembacaan ayat suci Alquran
Mereka ikhlas dan tulus menjalankan kegiatan selama Ramadhan
Namun kondisi 20 tahun yang lalu sangat jauh berbeda dengan saat sekarang ini Memasuki hari ketiga bulan suci ramadhan suasana di mesjid Arr-Ridha Lamasin Pantai bukannya malah ramai, jumlah syaf laki laki hanya 3 saf itupun bercampur dengan anak anak.
Agenda yang dijalankan remeja mesjid pun terlihat seadanya, warga yang datang hanya itu itu saja. Peran serta mahasiswa, pemuda pun semakin berkurang, apatis masa bodoh pun terlihat di kalangan orang tua lebih2 anak muda
Saya tidak tau apa sebabnya mengapa kondisi tersebut sangat berubah drastis dibanding 20 tahun yang lalu. Mungkinkah karena di Lamasi Pantai sudah terdapat 3 mesjid sehingga jemaah makin berkurang, ataukah warga masih sibuk dengan urusan dunia sehingga malas ke mesjid ataukah ilmu dasar agama yang dipelajari sewaktu Madrasah sudah hilang ataukah Desaku yang 99 persen penduduknya berragama islam ini sudah dimurkai Allah shingga kesadaran masyarakt menjalankan ibadah di bulan Ramdhan sudah hampir punah..apakah ini tanda -tanda kiamat sudah dekat..
Jawabannya Hanya Allah yang tau.
Semoga apa yang saya gambarkan di atas menjadi renungan dan bermanfaat bagi kita semua khususnya warga lamasi pantai terutama bagi diri saya pribadi. Sehingga kondisi lamasi pantai saat bulan ramadhan dapat kembali sperti dahulu..ramai, ikhlaz tulus menjalankan ibadah puasa.
Mengakhiri tulisan ini saya meminta maaf jika apa yang saya gambarkan terdapat kata-kata yang kurang sopan atau dianggap keliru, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis hanya menggambarkan dan membandingkan kondisi yang dialaminya sewaktu sekolah 20 tahun yang lalu sampai dgn kondisi bulan suci ramadan sperti sekarang ini.
Waalahualam bissawab..
(Lamasi Pantai, Sabtu 21 Juni 2015)
Jumat, 19 Juni 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar