Jumat, 19 Juni 2015

Kampungku, Masihkah Religus

Kampungku Masihkah Religius

LAMASI PANTAI - JEJAK MANTAN POLISI - Teringat 20tahun silam saat saya masih sekolah di Madrasah Ibtidayah Swasta Lamasi Pantai. Di sekolah itulah sy Pantai mengecap pendidikan dasar agama islam. Saya diajarkan praktik shalat, Setiap Dhuhur gntian menjadi Muadzin di Mushallah dan saat Ramdhan tiba kami dibagikan Buku amaliah Ramdhan.

Apa yang diajarkan di sekolah itu juga sama yang didaptkan teman- teman saya dan juga hampir semua penduduk lamasi pantai mengecap pendidikan Agama di sekolah Madrasah swasta yang sudah berumur kurang lebih 90 tahun itu.

Modal Pndidikan dasar agama yang kami dapatkan di sekolah sudah tentu dapat kami praktekkan di kehidupan sehari-hari begitu juga pada saat bulan suci Ramadhan

Meski mesjid kami pada waktu itu belum memadai karena selain sempit juga msih dalam tahap pembangunan, namun kondisi tersebut bukan menjdi penghalang warga untuk melaksanakan kewjiban sebgai muslimah.

Para orang tua, anak kecil,anak sekolah, tua muda semuanya antusias gembira menyambut bulan suci ramadhan. Mesjid menjadi ramai padat dan berhimpitan sesama jemaah. Tidak ada syaf yang kosong,

Bulan suci Ramadhan pada waktu itu menjadi kegembiraan saya kegembiraan  warga lamasi pantai, Anak sekolah sibuk mengisi dgn buku amaliah Ramadan dikala usai mendengr ceramah sibuk menanyakan ke Dai  judul cermahnya, remaja mesjid dari kalangan mahasiswa sangat aktif mengatur agenda-agenda bulan suci ramdhan. Penceramah tiap malam hadir, bgitu juga pembacaan ayat suci Alquran
Mereka ikhlas dan tulus menjalankan kegiatan selama Ramadhan

Namun kondisi 20 tahun yang lalu sangat jauh berbeda dengan saat sekarang ini Memasuki hari ketiga bulan suci ramadhan suasana di mesjid Arr-Ridha Lamasin Pantai bukannya malah ramai, jumlah syaf laki laki hanya 3  saf itupun bercampur dengan anak anak.

Agenda yang dijalankan remeja mesjid pun terlihat seadanya, warga yang datang hanya itu itu saja. Peran serta mahasiswa, pemuda pun semakin berkurang, apatis masa bodoh pun terlihat di kalangan orang tua lebih2 anak muda

Saya tidak tau apa sebabnya mengapa kondisi tersebut sangat berubah drastis dibanding 20 tahun yang lalu. Mungkinkah karena di Lamasi Pantai sudah terdapat 3 mesjid sehingga jemaah makin berkurang, ataukah warga masih sibuk dengan urusan dunia sehingga malas ke mesjid ataukah ilmu dasar agama yang dipelajari sewaktu Madrasah sudah hilang ataukah Desaku yang 99 persen penduduknya berragama islam ini sudah dimurkai Allah shingga kesadaran masyarakt menjalankan ibadah di bulan Ramdhan sudah hampir punah..apakah ini tanda -tanda kiamat sudah dekat..
Jawabannya Hanya Allah yang tau.

Semoga apa yang saya gambarkan di atas menjadi renungan dan bermanfaat bagi kita semua khususnya warga lamasi pantai terutama bagi diri saya pribadi. Sehingga kondisi lamasi pantai saat bulan ramadhan dapat kembali sperti dahulu..ramai, ikhlaz tulus menjalankan ibadah puasa.

Mengakhiri tulisan ini saya meminta maaf jika apa yang saya gambarkan terdapat kata-kata yang kurang sopan atau dianggap keliru, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis hanya menggambarkan dan membandingkan kondisi yang dialaminya sewaktu sekolah 20 tahun yang lalu sampai dgn kondisi bulan suci ramadan sperti sekarang ini.

Waalahualam bissawab..

(Lamasi Pantai, Sabtu 21 Juni 2015)

Senin, 15 Juni 2015

Detik Akhir Melepaskan Seragam Polisi

JEJAK MANTAN POLISI - Siang itu sabtu bulan Nopember 2009 saya sedang Piket di Polsek Urban Tanete Riattang Timur Polres Bone sebagai Bintara Pelayanan Masyarakat ( Bayanmas) yang tugasnya menerima laporan dan pengaduan masyarakat .

Sekira Pukul 11 Pagi, suasana kantor sepi, dan cuaca mendung dan rintik-rintik saya mendapat pesan dari letting saya bernama Mursalim jika Surat Keputusan (SK) pemberhentian saya dari kepolisian sudah turun.

Bagai disambar petir namun tetap berusaha tenang dan mengecek kebenaran informasi tersebut, melalui Letting saya juga bernama Darminto yang kebetulan bertugas di bagian personalia membenarkan kabar tersebut.

Akhirnya saya langsung pulang ke rumah dan tidak lagi melanjutkan tugas piket selama 1x24 jam dan orang yang pertama kuhubungi adala senior saya bernama Syam Arif yang juga kebetulan mendahuli bernasib serupa seperti saya " dipecat dengan tidak hormat dari kepolisian.

Langkah yang saya tempuh pasca dipecat tidak melakukan Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Makassar dikarenakan segala keterbatasan dan akhirnya saya ikut bergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat yang diketuai senior saya tadi Mantan Polisi Syama Arif  Sunardi.

Bergabungnya saya di LSM justru mendekatkan diri dan lebih akrab saya dengan petinggi petinggi Polri terutama di Polres Bone kalah itu Kapolres Bone AKBP Zarialdi SH yang notabene yang mengusulkan pemecatanku.




Profil Bripda Mawardi Hermawan Mantan Polisi Polres Bone

Foto : Mawardi Hermawan Pimpinan Portal Media Online Palaoponews.com
Riwayat Singkat Pemilik Blog

Nama Lengkap   : Mawardi Hermawan

Alamat                  :    
Desa Lamasi Pantai Kecamatan
Walenrang Timur Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan

Pekerjaan            :
- Pimpinan Media Online Paloponews.com
- Mahasiswa STIH Pengayoman Kab.Bone
- Petani Rawa Tambak

Tanggal lahir        : 08  Nopember 1981

Riwayat Pendidikan      :

- Madrasah Ibtidaiyah Lamasi Pantai
- SMP Negeri 2 Palopo Thn (1994 - 1997)
- SMA Negeri 2 Palopo Thn (1997- 1998)
- SMA Makassar Tahun 2001
- SPN Batua Makassar 2002

Karier                              :

- Pernah bekerja di Kepolisian Resor Bone
  Polda Sulsel Sejak Tahun 2002 sampai 2010
- Pernah menjadi Wartawan Media Duta
- Pernah menjadi Wartawan Harian Berita Kota Makassar
- Sekarang Pimpinan Portal Online www.paloponews.com

Sekelumit Cerita Hadirnya Blog ini

Berawal dari bincang bincang dengan teman wartawan di warkop D'Linoe Jalan Merdeka  Kota Palopo hari senin 15/06/05. Sambil  minum Jus sirsak saya pinjam laptop teman Yudi SCTV akhirnya saya bisa membuat blogger pribadi.

Awalnya bingun memberi nama blog akhirnya saya pilih nama sendiri mawardi hermawan blogspot, setelah saya pikir pikir jika namaku yang saya gunakan saya yakini niat baca akan kurang akhirnya saya membuat ulang dan memberi Judul " jejak mantan polisi" dgn alamat wandylamasipantai blogspot.

Nama itu saya sengaja pilih sesuai dengan perjalanan saya sejak tamat SMA dan mengabdi di Polres Bone selama 8 tahun hingga akhirnya kembali hidup bermasyarakat.

Blog ini saya buat untuk menuliskan kilas balik perjalanan saya sewaktu mengabdi di Kepolisian Polres Bone hingga akhirnya pindah ke kampung halaman di Tanah Luwu menjadi seorang Petani sambil menjalankan Profesi Jurnalis.

Selain itu blog ini juga akan menuliskan sesuatu yang dianggap layak dan patut untuk diketahui masyarakat umum.

Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi diri pribadi saya sendiri.  Salamki tapada salama

Assalamu Alaikum warahmatullahi Wabbarakatuh